Jumat , 09 Okt 2020 15:00:28
Pengidap Penyakit Paru Rentan Terserang Aspergilosis


Pernah mendengar istilah aspergilosis? Kondisi ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillus, yang umum menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti otak, mata, atau kulit. Jenis jamur ini tumbuh di pohon, tanah, kompos, daun kering, pendingin atau pemanas ruangan, serta tempat yang lembap. Apa saja faktor risiko aspergilosis? Berikut ulasan selengkapnya!

Faktor Risiko Aspergilosis yang Perlu Dipahami

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aspergilosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillus yang terhirup masuk ke dalam saluran pernapasan. Di antara banyak jenis jamur Aspergillus, penyakit aspergilosis paling sering disebabkan oleh jamur jenis Aspergillus fumigatus atau A. fumigatus. 

Seseorang dengan penyakit paru akan sangat rentan terserang infeksi jamur ini, karena jamur akan mudah masuk dan mengendap dalam saluran pernapasan mereka. Berikut golongan penyakit paru yang rentan terserang aspergilosis:

  • Mengidap asma, yaitu penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, sehingga menimbulkan sesak atau sulit bernapas. 
  • Mengidap PPOK, yaitu penyakit kronis yang menghalangi aliran udara dari paru-paru karena terhalang lendir atau dahak, sehingga pengidapnya kesulitan bernapas.
  • Mengidap tuberkulosis (TBC), yaitu penyakit yang menimbulkan gejala berupa batuk berdahak lebih dari 3 minggu, dan terkadang mengeluarkan darah.
  • Mengidap sarkoidosis, yaitu kondisi saat sel-sel dalam tubuh mengalami peradangan. Bukan hanya pada paru-paru saja, kondisi ini bisa ditemui di organ tubuh lainnya, seperti otak, mata, kulit, jantung, hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
  • Mengidap cystic fibrosis, yaitu penyakit keturunan yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket. Jika mengalaminya, risiko seseorang mengidap infeksi akan lebih tinggi.

Bukan hanya penyakit paru saja yang membuat seseorang rentan mengalami infeksi jamur ini, berikut faktor risiko aspergilosis lainnya:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit HIV/AIDS.
  • Mengidap kanker darah.
  • Mengonsumsi obat tertentu, atau sedang menjalani kemoterapi.
  • Menjalani transplantasi organ atau sumsum tulang

Saat memiliki sejumlah faktor risiko aspergilosis yang telah disebutkan, penting untuk kamu mengetahui kondisi sebenarnya yang tengah kamu alami dengan melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah kamu mengalami komplikasi akibat infeksi jamur.

Gejala Infeksi Jamur Aspergillus yang Tampak

Pada orang sehat dengan sistem imun tubuh yang baik, terhirupnya jamur Aspergillus tidak akan menimbulkan sejumlah gejala. Namun, jika seseorang memiliki sistem imun tubuh yang lemah atau memiliki faktor risiko aspergilosis yang telah disebutkan sebelumnya, terhirupnya Aspergillus ke dalam saluran pernapasan akan menimbulkan sejumlah keluhan dan gejala yang bervariasi.

Gejala yang muncul akan tergantung pada jenis organ atau jaringan tubuh yang diserang oleh jamur. Berikut gejala yang muncul sesuai dengan jenisnya:

  • Allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA), yaitu kondisi yang rentan menyerang pada pengidap asma atau cystic fibrosis. Kondisi ini merupakan reaksi alergi yang mirip dengan asma, yaitu mengi, sulit bernapas, sesak napas, dan lemas.
  • Invasive pulmonary aspergillosis (IPA), yaitu kondisi yang biasanya terjadi pada orang dengan sistem imun tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV, orang yang menjalani kemoterapi, atau transplantasi sumsum tulang. Ini adalah jenis infeksi jamur yang paling parah dan dapat menyebar ke kulit, ginjal paru-paru, otak, atau jantung. 

Saat mengalami sejumlah gejalanya, segera periksakan diri untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya! Kondisi ini akan sangat sulit untuk dicegah karena jamur penyebab kondisi ini mudah sekali terhirup ke dalam saluran pernapasan. 

Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan, antara lain menghindari tempat-tempat yang rentan ditumbuhi oleh jamur, menggunakan masker atau pakaian tertutup saat beraktivitas, gunakan sarung tangan saat bersentuhan dengan tangan, serta jangan menjemur pakaian basah dalam ruangan yang lembap