Selasa , 17 Mei 2022 15:04:28
Gangguan Pernapasan


Manusia membutuhkan oksigen agar tetap hidup. Sistem pernapasan bekerja setiap harinya untuk memasok asupan oksigen guna menjaga fungsi tubuh yang normal. Bila sistem pernapasan mengalami gangguan, akan timbul berbagai gejala yang bisa mengganggu kualitas hidup manusia.

Apa itu gangguan pernapasan?

Gangguan pernapasan mengacu pada berbagai jenis penyakit atau gangguan yang menghambat fungsi paru-paru. Penyakit ini dapat memengaruhi kemampuan untuk bernapas.

Penyebabnya bisa datang dari mana saja, meliputi infeksi, paparan zat berbahaya seperti asap rokok, atau kelainan pada sistem pernapasan itu sendiri.

Jenis-jenis gangguan pernapasan

Penyakit pernapasan terdiri dari banyak jenis, dari yang ringan sampai yang serius. Berikut adalah jenis-jenis gangguan pernapasan yang umum dikenali.

1. Flu

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Penyakit ini dapat menyerang sistem pernapasan Anda, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Bagi kebanyakan orang, flu dianggap sebagai penyakit yang ringan. Gejalanya bisa menghilang sendiri dalam beberapa hari. Namun, terkadang flu juga bisa menimbulkan kondisi yang serius, terutama pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penularan flu sangat mudah terjadi. Virus influenza menyebar melalui udara dan dapat menginfeksi bila Anda menghirup percikan cairan dari orang sakit yang batuk atau bersin.

2. Asma

Asma termasuk salah satu gangguan pernapasan yang paling umum. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, terhitung sekitar 262 juta orang di seluruh dunia memiliki penyakit asma.

Pengidap asma kerap mengalami gejala berupa sesak napas atau mengeluarkan suara napas yang nyaring (mengi). Ada pula serangan asma yang disebut eksaserbasi atau flare up. Ini merupakan kondisi ketika serangan asma tidak terkontrol.

Asma bersifat kronis, yang artinya penyakit ini tidak akan menghilang. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan asma. Oleh karena itu, pasien membutuhkan penanganan medis yang berkelanjutan supaya gejala asma tetap terkendali.

3. Tuberkulosis (TB)

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri M. tuberculosis. Serupa dengan flu, seseorang bisa tertular TB bila menghirup udara yang mengandung percikan batuk atau bersin orang-orang yang terinfeksi.

Meski demikian, penularan TB tidaklah semudah itu. Butuh kontak yang lama dan dekat dengan pasien sampai Anda turut terinfeksi. Terkadang, bakteri juga bisa menginfeksi tanpa menimbulkan gejala. Kondisi ini disebut TB laten.

Terlepas dari fakta tersebut, tuberkulosis bisa menjadi gangguan pernapasan yang berbahaya. Menurut Kementerian Kesehatan RI, penyakit ini bahkan diperkirakan telah menyebabkan 93 ribu kematian per tahunnya di Indonesia.

4. Pneumonia

Gangguan pernapasan ini berupa infeksi yang membuat kantong udara di paru-paru terisi oleh nanah atau cairan. Karena kondisi ini, pasien mengalami berbagai gejala seperti batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan sesak napas.

Pneumonia dapat mengancam jiwa, terutama pada bayi dan anak kecil, lansia di atas 65 tahun, dan orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Berdasarkan penyebabnya, terdapat beberapa jenis pneumonia, yakni pneumonia bakteri, pneumonia virus, pneumonia mikoplasma, dan pneumonia fungal.

5. PPOK

PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) merupakan penyakit radang paru-paru kronis yang menyebabkan terhambatnya aliran udara dari paru-paru. Jenis penyakitnya yang paling umum adalah emfisema dan bronkitis kronis.

Kemunculan gejala PPOK terjadi secara progresif. Pada awal kemunculan penyakit, pasien mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Gejalanya baru mengganggu jika penyakitnya sudah berada lama di tubuh Anda.

Beberapa gejala yang akan muncul antara lain batuk kronis, batuk berdahak, sesak napas, mengi, dan kelelahan.

6. Faringitis

Faringitis terjadi karena peradangan pada faring, bagian atas tenggorokan. Orang-orang mengenal kondisi ini sebagai sakit tenggorokan.

Sebenarnya, gangguan respirasi ini bukanlah penyakit, melainkan lebih kepada gejala yang menandakan kondisi lain seperti flu. Kemunculannya bisa disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri.

Saat terkena faringitis, Anda akan merasakan sakit tenggorokan, tenggorokan terasa kering dan gatal, serta sakit saat menelan atau berbicara.

7. Kanker paru

Kanker paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, kanker paru menempati urutan ketiga sebagai kanker yang paling banyak diderita.

Risiko kanker paru lebih tinggi pada orang-orang yang merokok. Kendati demikian, kanker paru juga dapat terjadi pada orang-orang yang tidak pernah merokok.

Gejala kanker tidak langsung terasa pada awal kemunculannya. Kebanyakan kasus penyakit ini baru ditemukan pada pasien ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Diagnosis dan pengobatan gangguan pernapasan

Sebelum mengatasi masalah kesehatan Anda, dokter perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mendiagnosis penyakitnya. Pasalnya, setiap gangguan pernapasan harus ditangani sesuai dengan penyakit yang mendasarinya.

Pertama-tama, dokter melakukan pemeriksaan fisik guna mengetahui tanda dan gejala yang Anda alami. Dokter biasanya akan bertanya soal kondisi yang Anda rasakan dan riwayat kesehatan Anda sebelumnya.

Beberapa gangguan pernapasan dapat ditandai dengan adanya bunyi yang abnormal pada paru-paru. Maka dari itu, auskultasi wajib dilakukan.

Auskultasi adalah praktek pemeriksaan menggunakan stetoskop. Mendengar suara dari dalam organ tubuh dapat membantu dokter dalam menentukan kemungkinan penyakit yang diderita.

Bila pemeriksaan fisik belum dirasa cukup, dokter akan merujuk Anda menjalani pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan dapat meliputi rontgen, CT scan, MRI, tes fungsi paru seperti spirometri, tes alergi, dan pengambilan sampel untuk PCR jika dicurigai penyebab penyakitnya adalah infeksi.

Setelah menegakkan diagnosis, dokter memberikan pengobatan sesuai dengan jenis gangguan pernapasan yang Anda miliki.

Sebagai contoh, pada penyakit infeksi, dokter akan memberi obat berupa antivirus atau antibiotik. Sedangkan pada penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, dokter memberikan obat seperti inhaler yang membantu pernapasan Anda.

Bergantung pada keparahan penyakit, prosedur pembedahan bisa dilakukan jika kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah diberi obat atau terapi.

Bagaimana cara mencegah gangguan pernapasan?

Gangguan pernapasan bisa menurunkan kualitas hidup manusia, terutama bila penyakitnya bersifat kronis. Ditambah lagi, ada kemungkinan bahwa beberapa penyakit bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Mencegah kemunculan penyakitnya sebelum terjadi sangatlah penting. Jaga kesehatan paru-paru Anda dengan:

  • tidak merokok,
  • memakai masker untuk menghindari paparan polusi yang berbahaya,
  • rajin cuci tangan (terutama sebelum dan sesudah makan serta setelah bepergian),
  • mendapatkan vaksin flu setiap tahun,
  • makan makanan bergizi,
  • berolahraga, dan
  • menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau kekhawatiran tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

sumber : https://hellosehat.com/pernapasan/gangguan-pernapasan/