Rabu , 06 Jul 2022 14:48:58
Ciri-ciri Paru-paru Basah dan Sederet Penyakit yang Jadi Penyebabnya


Paru-paru basah sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan kondisi yang menggambarkan adanya penumpukan atau kelebihan cairan di dalam paru-paru. Ada berbagai penyakit yang bisa menyebabkan seseorang mengalami paru-paru basah, salah satunya pneumonia.

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa paru-paru basah sama dengan pneumonia. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat.

Salah satu penyebab paru-paru basah adalah pneumonia. Akan tetapi, beberapa penyakit pernapasan lain juga bisa menyebabkan paru-paru basah.

Kadangkala, gejala paru-paru basah tidak terlihat. Kondisi ini umumnya baru terdeteksi saat seseorang melakukan pemeriksaan rontgen dada.

Apa itu paru-paru basah?

Paru-paru basah sebenarnya bukanlah sebuah penyakit. Paru-paru basah adalah sebuah kondisi yang menyebabkan adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru. Dalam bahasa medis, kondisi ini dikenal sebagai efusi pleura atau edema paru.

Mengutip Cleveland Clinic, paru-paru basah adalah kondisi ketika adanya penumpukan atau kelebihan cairan di antara lapisan pleura, yakni selaput tipis yang memisahkan paru-paru dan bagian dalam rongga dada.

Fungsinya adalah sebagai pelumas dan melancarkan pernapasan. Di lapisan tersebut terdapat sebuah rongga, yang disebut dengan rongga pleura. Normalnya, memang terdapat sejumlah kecil cairan di pleura.

Biasanya, efusi pleura diketahui dari rontgen dada. Ada dua jenis efusi pleura, yang bisa membantu dokter menentukan penyebabnya, yaitu:

1. Transudatif

Efusi pleura transudatif adalah jenis paru-paru basah yang disebabkan oleh kebocoran cairan ke dalam rongga pleura akibat peningkatan tekanan pada pembuluh darah.

Jenis efusi pleura ini tergolong kebocoran cairan normal, sehingga jarang untuk dilakukan pengeringan, kecuali jika kebocoran sangat besar.

Gagal jantung kongestif adalah penyebab paling umum paru-paru basah jenis transudatif.

2. Eksudatif

Jenis paru-paru basah eksudatif terbentuk dari cairan ekstra, protein, darah, peradangan sel, atau terkadang karena bakteri yang bocor melalui pembuluh darah.

Maka dari itu, kemungkinan dokter perlu mengeringkan efusi pleura jenis ini. Tergantung dari ukuran dan seberapa banyak peradangan terjadi.

Gejala paru-paru basah

Kondisi paru-paru basah atau efusi pleura ini umumnya tidak memperlihatkan gejala. Bahkan, pasien mungkin memperlihatkan gejala yang berhubungan dengan penyebabnya, seperti:

Anda mungkin baru mengetahui mengalami paru-paru basah melalui rontgen dada atau pemeriksaan fisik lainnya.

Penyakit yang bisa menyebabkan paru-paru basah

 

Sesuai penjelasan sebelumnya, penyebab utama paru-paru basah adalah penumpukan cairan di rongga dada yang berasa di luar paru-paru. Kondisi ini pun bisa terjadi karena banyak hal.

Beberapa gangguan medis yang paling umum sebagai pemicu efusi pleura meliputi:

  • Ada kebocoran dari organ lain. Seperti menderita gagal jantung kongestif, saat otot jantung tak kuat lagi memompa darah ke seluruh tubuh. Penderita penyakit liver, seperti sirosis dan penyakit ginjal, juga bisa mengalaminya saat ada penumpukan cairan di tubuh, yang kemudian merembes ke rongga pleural.
  • Kanker. Tentunya, kanker paru-paru bisa menjadi penyebab paru-paru basah. Namun, kanker jenis lain yang sudah menyebar sampai ke paru-paru atau pleura juga dapat menyebabkan kondisi ini.
  • Infeksi. Beberapa jenis infeksi yang menyerang paru-paru, seperti pneumonia (infeksi kantong udara) atau tuberkulosis, dapat menimbulkan gejala berupa paru-paru basah. Bakteri penyebab paru-paru basah yang paling sering terjadi, yaitu Streptococcus pneumoniae dan Legionella pneumophia (pneumonia bakteri). Infeksi virus seperti virus flu yang memicu penyakit flu juga menjadi penyebab umum paru-paru basah pada balita.
  • Mycoplasma. Mycoplasma bukan virus atau bakteri, namun organisme ini memiliki ciri-ciri keduanya. Mycoplasma dapat menyebabkan kasus paru-paru basah ringan.
  • Penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang paru-paru hingga menyebabkan gangguan dengan gejala paru-paru basah.

Pneumonia aspirasi yang terjadi akibat masuknya benda asing, seperti cairan lambung, makanan, minuman atau air liur ke dalam saluran pernapasan juga dapat mengakibatkan paru-paru basah. Oleh sebab itu, Anda harus waspada.

Mungkin Anda bertanya-tanya apakah paru-paru basah menular? Efusi pleura tidak menular dari orang ke orang. Namun, Anda perlu berhati-hati karena penyakit infeksi bisa menyebabkan paru-paru basah.

Bagaimana mendiagnosis paru-paru basah?

 

Untuk memastikan diagnosis dari ciri-ciri paru-paru basah, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis di bawah ini:

  • X-ray dada. Pada hasil rontgen dada, adanya cairan pada paru-paru akan terlihat sebagai warna putih seperti kabut. Sedangkan rongga berisi udara akan terlihat sebagai warna hitam.
  • CT scan. Pencitraan ini mengambil foto x-ray dengan sangat cepat dalam jumlah yang banyak, untuk kemudian digabungkan dan menampakkan gambaran lebih jelas dari kondisi paru-paru dibanding x-ray.
  • USG. Pemeriksaan ini digunakan dokter untuk menemukan lokasi tepat dari penumpukan cairan di paru-paru, sehingga bisa sampel diambil untuk tes lebih lanjut.

Setelah diagnosis paru-paru basah telah ditegakkan dan penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan pengobatan paru-paru basah yang sesuai. Oleh sebab itu, jenis penanganan yang akan dijalani tiap penderita penyakit ini bisa saja berlainan berdasarkan pemicunya.

Cara mengatasi paru-paru basah

Pengobatan dan perawatan efusi pleura akan dokter sesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya, di antaranya adalah:

1. Mengeluarkan cairan

Salah satu cara mengatasi paru-pau basah adalah dengan mengeluarkan cairan dari rongga dada.

Biasanya, metode yang disebut sebagai drainase paru ini dilakukan dengan menggunakan jarum atau memasukkan tabung kecil ke dalam dada.

Anda mungkin perlu melakukannya beberapa kali, jika cairan kembali menumpuk. Perawatan lainnya juga diperlukan, jika penyebab penumpukan cairan adalah kanker.

2. Minum antibiotik

Jika penyebab paru-paru basah adalah infeksi bakteri, dokter mungkin akan memberikan resep antibiotik atau memberikannya secara intravena.

Ini adalah cara mengatasi paru-paru basah yang mungkin akan dokter lakukan, selain drainase paru.

3. Obat diuretik

Dokter mungkin akan memberikan obat diuretik atau obat gagal jantung lainnya, untuk mengatasi paru-paru basah yang terjadi akibat gagal jantung kongestif.

Apabila cukup parah, dokter mungkin akan merekomendasikan kemoterapi, radiasi, atau pemberian pbat infus di dalam dada.

4. Pleurodesis

Pleurodesis adalah pengobatan yang akan menciptakan peradangan ringan antara paru-paru dan rongga dada pleura. Jadi, setelah mengeluarkan kelebihan cairan, dokter akan menyuntikkan obat ke area tersebut.

Obat ini fungsinya adalah menempelkan dua lapisan pleura yang bisa mencegah penumpukan cairan. Ini adalah cara mengatasi paru-paru basah yang disebabkan kanker.

5. Operasi

Ketika gejala tidak juga membaik setelah melakukan drainase atau pengobatan lainnya, dokter bisa merekomendasikan tindakan bedah, seperti thoracoscopic decortication atau debridement thorascopic.

Ini adalah tindakan yang akan memasukkan thoracoscope ke dalam rongga pleura. Lalu, mengangkat jaringan yang menyebabkan masalah. Dalam dunia medis, tindakan ini disebut sebagai thorocoscopy atau pleuroscopy.

Mencegah paru-paru basah

Jalan terbaik untuk menghindari penumpukan cairan pada paru-paru ini adalah dengan mencegah kondisi yang berpotensi memicunya. Berikut cara untuk mencegah paru-paru basah yang bisa Anda coba:

  • Mendapat vaksin pneumonia dan influenza
  • Hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Sering mencuci tangan dengan air bersih
  • Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan rumah secara teratur
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit
  • Beristirahat dengan cukup
  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang
  • Menutup mulut dan hidung ketika bersin
  • Minum banyak air putih
  • Gunakan masker jika berada dalam lingkungan yang berpolusi atau bila dekat dengan orang yang sedang batuk pilek