Selasa , 01 Sep 2020 10:00:00
4 Tips Mencegah Pneumonia di Usia Produktif


Pneumonia atau penyakit yang menghantui paru-paru seseorang bukanlah sebuah kondisi yang bisa disepelekan. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia menyumbang 15 persen dari semua kematian anak di bawah 5 tahun. Penyakit paru ini menewaskan 808.694 anak pada tahun 2017. Cukup meresahkan, bukan?

Pada 2016 lalu, Kementerian Kesehatan RI memprediksi sekitar 800.000 anak di Indonesia terserang penyakit paru ini. Sayangnya, pada 2018 prevalensi pneumonia naik dari 1,6 persen menjadi 2 persen. 

Dengan kata lain, pneumonia bukanlah penyakit yang langka di Indonesia. Di negara kita, penyakit ini juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Infeksi yang memicu inflasi pada kantong-kantong udara itu, bisa terjadi di salah satu atau kedua paru-paru. Sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru, akan membengkak dan dipenuhi cairan. 

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mencegah pneumonia di usia produktif?

Kenali Gejala dan Kelompok yang Rentan

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dahulu dengan gejalanya. Penyakit yang menyerang paru ini beragam, dipengaruhi berdasarkan tingkat keparahannya. Enggak cuma itu, keragaman gejala pneumonia juga dipengaruhi oleh jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Namun, terdapat beberapa gejala yang umumnya dialami oleh pengidap paru-paru basah, yaitu:

  • Nyeri dada;

  • Batuk;

  • Sakit kepala;

  • Nyeri otot;

  • Mual dan muntah;

  • Detak jantung menjadi cepat;

  • Menggigil;

  • Letih;

  • Nyeri saat menarik napas atau batuk;

  • Kesulitan bernapas; dan

  • Dahak berwarna kuning atau hijau (terkadang bisa berdarah).

Meski kebanyakan penyakit pneumonia menyerang anak-anak atau balita, tetapi pneumonia juga bisa menyerang kelompok lainnya, 

Nah, berikut ini kategori yang rentan terhadap penyakit ini. 

  • Lansia di atas 65 tahun.

  • Pasien di rumah sakit, terutama mereka yang menggunakan ventilator.

  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis.

  • Perokok aktif dan pasif.

  • Mereka yang mengidap sistem imun yang rendah. Misalnya, pengidap penyakit autoimun atau orang yang sedang menjalankan kemoterapi.

Kembali ke tajuk utama, bagaimana sih cara mencegah pneumonia di usia produktif? 

Peran Cuci Tangan sampai Vaksinasi

Meski penyakit ini terbilang bisa menyerang banyak orang, tetapi bukan berarti paru-paru basah enggak bisa dicegah. Nah, berikut ini beberapa cara mencegah pneumonia menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus:

  1. Sering-seringlah mencuci tangan. Terutama sebelum menyiapkan dan memakan makanan, setelah bersin (menggunakan tangan untuk menutupnya), setelah dari kamar mandi, mengganti popok bayi, dan bersentuhan dengan orang yang sakit. 

  2. Jangan merokok. Tembakau merusak kemampuan paru-paru untuk melawan infeksi. 

  3. Perkuat sistem imun. Sistem kekebalan tubuh yang prima bisa mencegah terserang beberapa penyakit, termasuk paru-paru basah. Agar sistem imun tetap terjaga, cobalah berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan konsumsi makanan yang sehat (kaya antioksidan). 

  4. Lindungi tubuh dengan vaksin. Vaksin dapat membantu mencegah beberapa jenis pneumonia. Pastikan untuk mendapatkan vaksin berikut:

  • Vaksin flu dapat membantu mencegah pneumonia yang disebabkan oleh virus flu.

  • Vaksin pneumokokus menurunkan kemungkinan terkena pneumonia dari Streptococcus pneumoniae.

  • Vaksin lebih disarankan untuk lansia dan pengidap diabetes, asma, emfisema, HIV, kanker, atau orang dengan transplantasi organ.

Nah, sudah tahu kan bagaimana cara mencegah pneumonia di usia produktif, tertarik untuk mencobanya?