Selasa , 15 Des 2020 12:15:24
Penyebab Paru-Paru Bocor dan Cara Menanganinya


Paru-paru bocor bisa disebabkan oleh beragam hal, mulai dari cedera hingga infeksi paru-paru. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa membahayakan pernapasan. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat perlu dilakukan.

Dalam dunia medis, paru-paru bocor dikenal dengan istilah pneumothorax. Bila kondisi ini terjadi, penderitanya tetap bisa bernapas, tetapi paru-parunya tidak mengembang secara normal sehingga oksigen yang diperoleh akan berkurang.

Tak hanya itu, paru-paru bocor juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti nyeri dada, dada berdebar, hingga kulit dan bibir tampak kebiruan.

Paru-paru bocor merupakan kondisi medis yang perlu segera mendapatkan penanganan oleh dokter. Jika tidak, dapat terjadi sejumlah komplikasi serius, seperti syok dan gagal napas.

Beberapa Penyebab Paru-Paru Bocor

Setiap orang memiliki sepasang paru-paru yang berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara, lalu menyalurkannya ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Paru-paru juga berfungsi untuk membuang karbon dioksida agar tidak menumpuk dalam darah.

Ketika fungsi paru-paru terganggu, misalnya karena paru-paru bocor, sel-sel tubuh tidak akan bekerja dengan baik karena tidak mendapat asupan oksigen yang cukup.

Paru-paru bocor dapat terjadi ketika udara masuk ke ruang di antara paru-paru dan dinding dada. Udara ini akan mendesak dan menekan paru-paru, sehingga paru-paru tidak mampu mengembang dengan baik saat Anda bernapas. Kebocoran paru-paru biasanya hanya terjadi pada salah satu sisi paru-paru saja.

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan terjadinya paru-paru bocor, antara lain:

1. Cedera

Cedera dada, misalnya akibat luka tembak, tusukan, atau hantaman benda tumpul, bisa menyebabkan terjadinya paru-paru bocor. Hal ini sering terjadi pada orang yang mengalami patah tulang rusuk, terjatuh dari ketinggian, atau kecelakaan lalu lintas.

2. Penyakit paru

Penyakit pada paru-paru bisa menyebabkan jaringan paru-paru menjadi rusak dan rentan bocor. Beberapa penyakit paru yang dapat menyebabkan komplikasi paru-paru bocor meliputi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan pneumonia.

3. Perubahan tekanan udara

Terjadinya perubahan tekanan udara, seperti saat menyelam atau berada di ketinggian, dapat menyebabkan terbentuknya kantong penuh udara di luar paru-paru. Kantong tersebut dapat pecah dan menimbulkan tekanan yang dapat menyebabkan kebocoran paru.

Selain kondisi-kondisi di atas, paru-paru bocor juga dapat disebabkan oleh:

  • Penggunaan alat bantu napas, misalnya ventilator
  • Komplikasi operasi atau pembedahan pada dada dan perut
  • Penyumbatan atau hambatan pada saluran pernapasan

Meski paru-paru bocor butuh segera ditangani, mendeteksinya tidaklah selalu mudah. Apabila kebocoran hanya terjadi di sebagian kecil paru-paru, penderitanya mungkin tidak mengalami gejala. Namun, jika paru-paru bocor terjadi di sebagian besar paru-paru, Anda mungkin akan merasakan sesak napas dan nyeri dada.

Paru-paru bocor dapat mengganggu proses pembuangan karbon dioksida yang normalnya akan dikeluarkan saat kita mengembuskan napas. Jika tidak dikeluarkan, karbon dioksida tersebut dapat menyebabkan pH dalam darah dan cairan tubuh lainnya menurun dan bisa membuat Anda mengalami asidosis respitorik.

Penanganan Paru-Paru Bocor

Tujuan utama penanganan paru-paru bocor adalah untuk mengurangi tekanan udara pada paru-paru, sehingga paru-paru dapat berfungsi normal kembali. Metode penanganan yang digunakan dapat berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan paru-paru bocor dan penyebabnya.

Paru-paru bocor yang tergolong ringan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Dokter umumnya hanya akan mengevaluasi kondisi penderita secara berkala dan mengamati apakah paru-paru bocor dapat membaik atau tidak.

Namun, jika paru-paru bocor yang terjadi cukup parah atau sudah menimbulkan gejala berat, dokter dapat melakukan beberapa penanganan berikut:

Pemasangan jarum atau pipa khusus

Dalam metode ini, dokter akan memasukkan jarum atau pipa khusus ke dalam rongga paru untuk mengeluarkan udara berlebih. Jarum atau pipa tersebut biasanya akan dibiarkan terpasang di rongga paru selama beberapa jam atau hari untuk memastikan udara berlebih telah keluar seluruhnya dan paru dapat mengembang dengan baik.

Setelah tindakan ini, penderita perlu menjalani masa observasi di rumah sakit untuk mengantisipasi paru-paru bocor kembali.

Water seal drainage

Water seal drainage atau pemasangan selang dada merupakan metode penanganan yang dilakukan dengan memasukkan selang khusus ke rongga paru. Selang tersebut akan disambungkan ke botol berisi air agar udara berlebih yang ada di paru-paru bisa mengalir keluar.

Pembedahan

Pembedahan biasanya dianjurkan jika paru-paru bocor disebabkan oleh cedera, adanya penyakit pada paru-paru, atau terjadi secara berulang. Tujuan dari pembedahan ini adalah untuk menutup kebocoran yang ada di paru-paru dan mencegahnya kambuh lagi.

Umumnya, pembedahan dilakukan dengan membuat sayatan kecil di area dada. Sayatan ini berfungsi sebagai jalur masuk peralatan yang digunakan dokter untuk memperbaiki kebocoran atau memberikan obat khusus langsung ke paru-paru.

Pencegahan Paru-Paru Bocor

Sebenarnya, tidak ada cara yang diketahui dapat mencegah paru-paru bocor. Seseorang yang telah mengalami paru-paru bocor bisa saja mengalaminya kembali.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko paru-paru bocor kambuh lagi. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Berhenti merokok dan mintalah bantuan dokter bila Anda mengalami kesulitan
  • Menjalani pemeriksaan paru-paru secara rutin ke dokter, terutama bagi Anda yang memiliki penyakit pada paru-paru
  • Menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan perubahan tekanan pada paru-paru, seperti menyelam atau scuba diving

Jika Anda mengalami beberapa gejala terkait paru-paru bocor, disarankan untuk menemui dokter paru agar segera mendapatkan penanganan. Semakin cepat penanganan diberikan, semakin kecil kemungkinan munculnya komplikasi fatal.